“kasus” oh “kasus”
Oktober 27, 2009
9f SMPN 1 Ponorogo
Kaitkata: kami dan kalian
hupyaaaaaahhh ..
pelajaran jam ketiga dan keempat : Bahasa Indonesia bersama Pak Heru. fiuh, berbekal LKS yang udah dikumpulin minggu lalu, kami bersama2 mendapatkan nilai O dikarenakan bab yang depan belom kita kerjain
. lha emang instruksinya yang itu nggak dikerjain kok! ![]()
setelah istirahat yang diisi dengan pup jajan di kantin, kami langsung dihadapkan dengan ULANGAN MATEMATIKA ala chef Arijanto
. nggak susah amat kok
.
nah, pelajaran ketujuh yang seharusnya masih matematika, telah ditinggalkan P. Ari yang berarti adalah JAM KOSONG bagi kami XD. kelas langsung terpecah menjadi 5 bagian,
- ketuhanan yang maha esa poto2 (ristek, slenthem, bongki, dkk.)
- latian drama BK (anus, bemo, dkk.)
- maen game hape (manik, paimo, dkk.)
- ngrumpi (gita, deadara, dkk.)
- dan BERMAIN CIKRAK
(seno, hendro, dkk.) - Temon (mboh wi nyapo?? kberadaannya koq hilang)
nah, bermain cikrak inilah yang berbuntut tangisan amukan marah ala Bu Siti Komariyah kami tercinta(heleh… tercinta???) . dengan dodolnya, cikrak yang dipakek buat ngambil topi
yang kesangkut di genteng mesjid deket kelas, meleset dan jatuh dan hampir dan terkena dan mengenai dan sedang ada Bapak Parwoto dan Bapak Edijono dan Ibu Siti Komariyah dan Ibu Tri Hasining
. (PUANJANG)
ancaman pertama adalah kami sekelas akan diskror, eh diskors dari sekolah
. ancaman kedua, kami sekelas dilaporin ke diknas
. ancaman ketiga, menghadap kepala sekolah
.
tapi, gak seberapa mempan sih sebener e
. akhirnya, 6 tersangka utama pelaku penjatuhan cikrak itupun memberanikan diri maju menghadap ke Bu Siti Komariyah dan mendapat beberapa point dari kebengisannya karena tidak berperikecikrakan
.
sekian dan terima kasih, ada lebih2nya, ambo mohon mangap maaf
peace
Entry Filed under: we are one
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed